Rabu, 04 Juli 2012

PROPOSAL


NAMA : RIKAWIKA
NPM    : 10209952 
KELAS : 3EA06

KEPUASAN PETANI TERHADAP PELAYANAN PADA TOKO USAHA JAYA TANI”.


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perencanaan wilayah yang komprehensif dan terintegrasi sangat diperlukan dalam pencapaian hasil  pembangunan yang optimal diberbagai sektor di Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bekasi yang memiliki lahan pertanian produktif yang dipergunakan untuk bidang pertanian kurang lebih seluas 21.049 ha (Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi:2009), yang tersebar pada beberapa Kecamatan : Cabangbungin, Tambelang, Pebayuran, Sukatani, Karangbahagia, Kedungwaringin, Babelan dan sekitarnya. Kabupaten Bekasi menghasilkan beras dan tanaman pangan lainnya seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar serta sayur-sayuran, buah-buahan.
Hama, ketidak pastian cuaca, keterbatasan lahan adalah beberapa masalah atau kendala yang sering dihadapi petani dari waktu kewaktu. Petani memerlukan sarana  produksi yang dapat mendukung kemudahan memperoleh bibit unggul. Kondisi tersebut menjadi peluang usaha bagi masyarakat sekitar untuk menyediakan berbagai jenis sarana produksi pertanian, alat-alat pertanian, bibit-bibitan, pestisida ( herbisida, pungisida, akarisida), insektisida dll.
Pada saat ini petani penggarap jumlahnya semakin menurun dari tahun ke tahun. Penurunan jumlah petani penggarap seiring dengan menurunnya lahan pertanian. Berdasarkan data dari kompas luas lahan pertanian di Kabupaten Bekasi seluas 47.020 ha. Pada tahun 2009 luas lahan pertanian di Kabupaten Bekasi seluas 21.049. Penyempitan lahan pertanian di Kabupatern Bekasi menyebabkan perubahan pola penjualan yang pada awalnya terkonsentrasi pada Kabupaten Bekasi sekarang menyebar keberbagai daerah antara lain seperti Bogor, Jonggol, Karawang, Batam, dll.
Menyempitnya lahan pertanian dan berkurangnya petani penggarap menyebabkan persaingan pengusaha atau pemilik usaha sarana produksi pertanian menjadi meningkat. Supaya dapat bertahan maka pengusaha saran produksi dapat menggunakan berbagai macam cara atau strategi, salah satunya adalah dengan meningkatkan kepuasan para konsumennya.
Untuk meningkatkan kepuasan konsumen seorang pengusaha dituntut untuk meningkatkan pelayanannya. Kualitas pelayanan dapat dilihat diberbagai dimensi yang dikenal sebagai SERVQUAL yaitu tangibles ( bukti langsung ), reliability ( keandalan ), responsiveness ( daya tanggap ), assurance ( jaminan ), emphaty ( empati ).
 Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis ingin membahas dalam penulisan ilmiah dengan judul “KEPUASAN PETANI TERHADAP PELAYANAN PADA TOKO USAHA JAYA TANI”.

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian ini adalah : “ Apakah pelayanan pada Toko Usaha Jaya Tani memuaskan para konsumen ?”
2.      Batasan Masalah
Mengingat keterbatasan kemampuan, waktu dan dana, maka pada penulisan ini penulis membatasi pada :
Variabel yang diteliti adalah tingkat kepuasan konsumen yang dibagi dalam lima dimensi kualitas pelayan yaitu tangibles ( bukti langsung ), reliability ( keandalan ), responsiveness ( daya tanggap ), assurance ( jaminan ), emphaty ( empati )
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kepuasan konsumen pada Toko Usaha Jaya Tani.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah :
1.      Bagi peneliti
Untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kepuasan konsumen.
2.      Bagi perusahaan
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemilik toko, khususnya mengenai pelayanan toko yang diharapkan pelanggan/petani.

1.5 Metode Penelitian
Dalam melakukan penelitian ini, penulis akan menjelaskan dan menguraikan metode penelitian yang akan digunakan.

1.5.1 Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah konsumen pada Toko Usaha Jaya Tani Kabupaten Bekasi ( Babelan ).

1.5.2. Data atau Variabel
1.      Data Primer
Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel sebanyak 50 orang responden.
2.      Data Sekunder
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara pengamatan langsung pada Toko Usaha Jaya Tani, jurnal-jurnal sebelumnya, Internet, dan penulisan-penulisan ilmiah sebelumnya.

1.5.3. Metode Pengumpulan Data
            Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode :
1.      Studi lapangan ( field Researh )
Yaitu pengumpulan data langsung dari sumber penelitian, adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a.       Observasi, yaitu pengamatan secara langsungpada kegiatan dan proses yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dibahas
b.      Wawancara, yaitu pengumpulan data dan informasi dengan cara berkomunikasi langsung dengan pihak yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan yang dibahas.

2.      Studi Pustaka ( Libarary reseacrh )
Penulis membaca reverensi yang mendukung isi penelitian ilmiah ini yang berasal dari buku, website atau artikel yang berkaitan dengan pembasaan penelitian ini.
1.5.4. Hipotesis
1.      Ho  :  tidak ada pengaruh hubungan pelayanan Toko Usaha Jaya Tani dengan kepuasan pelanggan/petani.
2.      Ha  :  ada pengaruh hubungan pelayanan Toko Usaha Jaya Tani dengan kepuasan pelanggan/petani.

1.5.5.  Alat Analisis yang Digunakan
Untuk menganalisis data yang diperoleh, maka penulis akan menggunakan Skala Likert digunakan untuk mengukur variabel penelitian dan Chi Square digunakan untuk pengujian hipotesis. Metode ini dipilih karena tingkat kepuasan konsumen.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Kerangka Teori
2.1.1 Pengertian Manajemen Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Keberhasilan pada pemasaran suatu perusahaan akan sangat tergantung pada strategi pemasarannya, di lain pihak strategi pemasaran akan sangat tergantung pada perilaku konsumen.
Pemasaran adalah sebuah fungsi manajemen penting yang diperlukan guna menciptakan permintaan produk yang dijual. Definisi pemasaran diatas merupakan salah satu dari sejumlah definisi pemasaran yang ditawarkan, kita dapat membedakan antara definisi sosial dan definisi manajerial.
Definisi Sosial : Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan  dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Definisi Manajerial : Pemasaran sering digambarkan sebagai “ seni   menjual produk” Hampir semua orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah mencari pelanggan yang cukup banyak untuk produk-produk yang sekarang ada pada usaha yang bersangkutan, tetapi pandangan ini terlalu sempit. Pandangan yang lebih luas menyadari bahwa menajemen pemasaran adalah proses yang mencangkup analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan juga mencangkup barang dan jasa serta gagasan. Berdasarkan pertukaran dan tujuannya adalah memberikan kepuasan bagi pihak yang terlibat. Pengertian Manajemen Pemasaran adalah menurut Kotler ( 2004:9 ) adalah “(manajemen) Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.”

2.1.2 Pengertian Strategi Pemasaran
    Strategi adalah sesuatu yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau seseorang untuk mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan untuk dapat lebih baik dari pada pesaingnya.
     Menurut Philip Kotler ( 2004:91) stategi adalah “rencana permainan untuk mencapai sasarannya. Yang terdiri dari strategi pemasaran, strategi teknologi, serta strategi penetapan sumber yang cocok.”
     Strategi pemasaran dari setiap perusahaan merupakan sesuatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan dalam usaha yang dijalankan.

2.1.2.1 Konsep Strategi
     Konsep strategi dapat didefinisikan berdasarkan dua perspektif yang berbeda, yauitu dari perspektif apa yang suatu organisasi ingin lakukan dan dari apa yang suatu organisasi akhirnya lakukan.
a.       Dari perspektif apa yang suatu organisasi ingin lakukan
Berdasarkan perspektif ini, strategi didefinisikan sebagai program untuk menentukandan mencapai tujuan organisasi dan menimplementasikan misinya. Makna yang terkandung dari strategi ini adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif, sadar dan rasional dalam merumuskan strategi organisasi.
b.      Dari perspektif apa yang suatu organisasi ingin lakukan
Berdasarkan perspektif ini, strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau responden organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu. Pada definisi ini, setiap organisasi pasti memiliki strategi, meskipun strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit.
2.1.2.2 Level Stategi
Dalam suatu perusahaan terdapat tiga level strategi, yaitu level korporasi, level unit bisnis atau bisnis, dan level fungsional.
a.       Stategi Level Korpoasi, dirumuskan oleh manajemen puncak yang mengatur kegiatan dan organisasi yang memiliki lini atau unit bisnis lebih dari satu.
b.      Strategi Level Unit Bisnis, lebih diarahkan pada pengelolaan kegiatan dan operasi suatu bisnis tertentu.
c.       Strategi Level Fungsional merupakan strategi dalam kerangka fungsi-fungsi manajemen yang dapat mendukung strategi level unit bisnis.

2.1.3 Perilaku Konsumen ( Consumer Behaviour )
Setiap perusahaan selalu mengembangkan sistem dalam memproduksi dan menyalurkan barang dan jasanya. Dengan demikian perkembangan teknologi akan mengakibatkan sistem tersebut semakin komplek dan barang-barang ekonomi yang tersedia semakin beraneka ragam. Untuk mengembangkan sistem tersebut, perusahaan perlu mengadakan penelitian mengenai perilaku konsumen didalam pengambilan keputusan untuk membeli.
Berbicara mengenai perilaku konsumen berarti juga membicarakan tentang perilaku manusia, akan tetapi hanya dalam ruang lingkup yang lebih terbatas. Pengertian perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Penting dari arti perilaku konsumen, yaitu proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik yang semua ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa.
Pengertian perilaku konsumen ini sering dikacaukan dengan pengertian perilaku pembeli. Perilaku pembeli tampak pada pembelian untuk lembaga-lembaga, organisasi industri dan bermacam-macam tingkat penjualan kembali untuk pedagang besar ataupun pedagang eceran. Perilaku konsumen tidak saja mempelajari yang dibeli atau dikonsumsikan. Tetapi juga dimana, bagaimana kebiasaan dan dalam kondisi macam apa barang barang dan jasa-jasa yang dibeli.
Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang konsumen yaitu Individual Consumer, Environmental Influences, Marketing Strategy.
Individual Consumer merupakan pemilihan terhadap merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi terhadap karakteristik merek dan sikap mereka terhadap alternatif merek.
Environmental Influences merupakan lingkungan yang mempengaruhi pembelian seseorang adalah budaya kelas sosial, keluarga atau kelompok masyarakat pada situasi tertentu.
Marketing Strategy merupakan variabel-variabel dalam strategi pemasaran seperti produk, harga, promosi dan distribusi dinilai dan dievaluasi oleh konsumen dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam rangka pengembangan strategi pemasaran, peranan perilaku konsumen adalah penting, karena manajer akan mempunyai pandangan yang lebih luas, dan akan mengetahui peluang baru yang berasal dari belum terpenuhinya kebutuhan konsumen. secara sederhana variabel-variabel perilaku konsumen dapat dibagi menjadi faktor ekstern, faktor intern, dan proses pengambilan keputusan. Faktor ekstern, terdiri dari kebudayaan, kelas sosial, kelompok referen, serta keluarga.
Faktor intern, terdiri dari motivasi, persepsi, kepribadian dan konsep diri, relajar dan sikap dari individu. Proses pengambilan keputusan yaitu menganalisa keinginan dan kebutuhan, mencari informasi dari sumber-sumber yang ada, penilaian dan pemilihan, keputusan untuk membeli dan perilaku sesudah membeli.

2.2 Kepuasan Konsumen
Satisfaction adalah kata dari bahasa latin, yaitu satis yang berarti enough atau cukup dan facere yang berarti to do atau melakukan. Jadi produk atau jasa yang bisa memuaskan adalah produk atau jasa yang sanggup memberikan sesuatu yang dicari oleh konsumen sampai pada tingkat cukup.
Menurut Philip Kotler (2004), “ kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi / kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapanharapannya.”
Untuk menciptakan kepuasan pelanggan, harus menciptakan kepuasan pelanggan, harus menciptakn dan mengelola suatu system untuk memperoleh pelanggan yang lebih banyak dan kemampuan untuk mempertahankan  pelanggannya.

2.2.1   Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan
   Menurut J. Supranto ( 2001; 233 ) “kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan seseorang yang membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapan”. Jadi tingkat kepuasan merupan istilah dari perbedaan antara kinerja dibawah harapan, pelanggan akan puas.
   Menurut Handi Irawan D, ( 2002; 3 ) “pelayanan adalah sesuatu yang dilakukan seseorang, organisasi, atau instansi kebutuhan orang lain dengan memberikan kemudahan-kemudahan”. Sedangkan menurut Fendy Tjiptono ( 2001; 52 ) “pelayanan dapat diartikan sebagai jasa, yaitu aktifitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual”.

2.2.3 Pengertian Jasa
Menurut Fandy Tjiptono (2004; 6), “ jasa adalah setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun tidak. “

2.2.4 Dimensi Kualitas Jasa
Kualitas jasa akan dinilai oleh konsumen. Perusahaan hendaknya menentukan suatu tolak ukur rencana kualitas produk dari tiap dimensi kualitasnya.
Parasuraman dan kawan-kawan menguraikan dimensi kualitas jasa dalam lima dimensi pokok. Kelima dimensi dikenal sebagai SERVQUAL yaitu tangibles ( bukti langsung ), reliability ( keandalan ), responsiveness ( daya tanggap ), assurance ( jaminan ), emphaty ( empati ) :
a.       Tangibles ( bukti langsung ), yaitu meliputi penampilan fasilitas fisik,seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya parkir, kebersihan,kerapian, perlengkapan, penampilan pegawai, dan sarana komunikasi.
b.      Reliability ( keandalan ), yakni kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan.
c.       Responsiveness ( daya tanggap ), yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan penanganan keluhan pelanggan.
d.       Assurance ( jaminan ), meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas keramahtamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberikan pelayan, ketrampilan dalam memberikan informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan di dalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.
Dimensi ini merupakan gabungan dari sub dimensi :
1.       Kompetensi ( competence ), ketrampilan dan  pengetahuan yang dimiliki oleh para karyawan untuk melakukan pelayanan.
2.       Kesopanan ( courtesy ), meliputi keramahan, perhatian, dan sikap para  karyawan.
3.      Kredibilitas ( credibility ), meliputi hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan kepada perusahaan, seperti reputasi, prestasi, dan sebagainya.
e.       Emphaty ( empati ), yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan, seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggannya. Dimensi Emphaty ini merupakan penggabungan dari dimensi :
1.      Akses ( access ), meliputi kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan perusahaan.
2.       Komunikasi ( communication ), merupakan kemampuan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan atau memperoleh masukkan dari pelanggan
3.      Pemahaman pada pelanggan ( understanding the customer ), meliputi usaha perusahaan untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan.
2.3 Alat Analisa
Alat analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa skala likert digunakan untuk mengukur variabel penelitian dan Chi Square digunakan untuk pengujian hipotesis

2.3.1 Skala Likert
            Skala Likert adalah sklala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator veriabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradiasi yang sangat positif sampai sangat negative yang dapat berupa kata-kata.
Skor yang diberikan untuk keperluan analisis adalah :
a.       sangat puas dengan skor 5
b.       puas dengan skor 4
c.       cukup puas dengan skor 3
d.      kurang puas dengan skor 2
e.       tidak puas dengan skor 1
Rumus Rentang Skala ( RS ) :
RS = m – n
        ────
            B
Keterangan :
m = angka tertinggi dalam pengukuran
n = angka terendah dalam pengukuran
b = banyaknya kelas yang dibentuk

2.3.2   Pengertian Uji T
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Derajat signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen.

2.3.3   Uji Validitas
Uji validitas adalah hasil penelitian yang valid dan realible dan instrumen yang valid dan reliable. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid.Pengujian reabilitas instrumen dapat dilakukan secara internal maupun eksternal. Instumen yang realible berarti instrumen yang bila untuk mengukur objek yang sama akan menghasilakan data yang sama.Instrumen yang valid dan realible merupakan syarat utama mendapatkan hasil yang valid dan realible.

2.3.3    Menentukan Ukuran Sampel
             Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki sebuah populasi. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudahan ditarik kesimpulan.
             Rumus yang bisa digunakan untuk mengukur jumlah sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut :
                 s =                 λ2. N. P. Q
                             d2. (N – 1) + λ2. P. Q
Dimana :
  Dengan tingkat kesalahan 1%, 5%, dan 10%
  λ2 dengan dk = 1
  P = Q = 0,5 d = 0,05 s = jumlah sampel
Dalam menentukan ukuran atau jumlah sampel dengan formula yang dikembangkan oleh Slovin (1990) dalam Kusmayadi (2000 : 74) dengan margin error yang diperkenankan berkisar antara 5 – 10%, yaitu dengan rumus :

n  =          N 
          1 + N ( e )2
Keterangan :
 n = ukuran sampel yang dibutuhkan
 N = jumlah populasi
 e = margim error yang diperkenankan (5% atau 10%)


2.3.4 Pengertian Chi Square
Salah satu alat statistik yang akan digunakan untuk menguji hipotesis mengenai keragaman suatu populasi atau membandingkan keragaman suatu populasi dengan keragaman populasi lainnya adalah Chi Square. Menurut Freddy Rangkui ( Riset Pemasaran : hal. 141) Chi Square yaitu teknik analisis komparasional yang mendasarkan diri pada perbedaan frekuensi dari data yang sedang kita selidiki.

2.3.4.1 Manfaat Chi Square
Dalam buku Statistika, Universitas Gunadarma dengan menggunakan uji Chi Square ini, penulis dapat mengambil manfaat, antara lain :

a.       Menguji proposi untuk data multinom.
b.      Menguji kesamaan rata-rata distribusi Poisson.
c.       Menguji independent antara dua faktor di dalam daftar  kontingensi BxK.
d.      Menguji kesesuaian antara data hasil pengamatan dengan model distribusi dari mana data itu diduga diambil.
e.       Menguji model distribusi berdasarkan data hasil pengamatan.

2.3.4.2 Bentuk Distribusi Chi Square
Nilai Chi Square selalu positif karena nilai X2. Bentuk distribusi X2 tergantung dari derajat bebas (db) atau degree of freedom. Pengertian α pada uji X2 sama dengan pengujian hipotesis yang lain, yaitu luas daerah penolakan Ho atau taraf nyata pengujian Manajemen Dasar Laboratorium (Statistika, Universitas Gunadarma)





                                                     α : Luas Daerah Penolakan
                                                                     Ho : Taraf Nyata Penguji
 

     0                                                                 + 00


2.3.4.3 Penggunaan Chi Square
Uji Chi Square digunakan untuk :
a.       Uji Kecocokan = Uji Kebaikan Suai = Goodness of Fit Test
b.      Uji kebebasan
c.       Uji Beberapa Proporsi
Dalam uji kecocokan goodness of fit test, hipotesis nol merupakan suatu ketentuan tentang pola yang diharapkan dari frekuensi-frekuensi dalam barisan kategori-kategori. Pola yang diharapkan harus sesuai dengan asumsi atau anggapan atas kemungkinan kejadian yang sama dan bersifat umum. Penetapan hipotesis awal dan hipotesis alternatif adalah sebagai berikut :
Ho : Frekuensi setiap kategori memenuhi suatu nilai / perbandingan.
Ha : Ada kategori yang tidak memenuhi nilai / perbandingan.
Uji kebebasan antara 2 variabel memiliki prinsip pengerjaan yang sama dengan pengujian beberapa proporsi, perbedaannya hanya pada penetapan hipotesis awal dan hipotesis alternatif. Penetapan hipotesis awal dan hipotesis alternatif adalah sebagai berikut :
a.       Uji Kebebasan
Ho : variabel-variabel saling bebas
Ha : variabel-variabel tidak saling bebas
b.      Uji Beberapa proporsi
Ho : setiap proporsi bernilai sama
Ha : setiap proporsi yang bernilai tidak sama


2.2.4.4 Metode Uji Chi Square
Terdapat dua rumus :
a. Uji Kecocokan = Uji Kebaikan Suai, rumus:
X2 hit = Σ (Fo-Fe)2
Fe
Dimana:
X2 : Chi Square hitung
Fo : Frekuensi data yang diperoleh dari observasi
Fe : Frekuensi data yang diharapkan secara teoritis

b.Uji Kebebasan dan Uji Beberapa Proporsi, rumus:
X2 = Σ (Foij – Feij)2
Feij
Dimana:
Foij : frekuensi observasi ke-I, kolom ke-j
Feij : frekuensi ekspektasi ke-I, kolom ke-j
Langkah-langkah Hipotesis :
1.      Membuat hipotesis nol ( Ho ) dan hipotesis alternatif ( Ha )
2.      Taraf nyata ( α )
3.      Derajat bebas ( Db ) = ( k-1 ) ( b-1 )
k = kolom
b = baris
4.      Tentukan Wilayah kritis X2 tabel = X2 ( α ; Db )
     5. Tentukan nilai hitung (X2 hitung )
     6. Gambar dan keputusan
     7. Kesimpulan
Dari dua rumus diatas, penulis akan mengukur kepuasan konsumen dengan menggunakan rumus Uji Kecocokan atau Uji Kebaikan Suai.

2.5 Kajian Penelitian Sejenis
1.      Menurut Shinta Nur Erasaraswati dalam judul Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Pada Toko Batik Collection di Jakarta, konsumen adalah hal utama yang harus diperioritaskan oleh perusahaan agar dapat bertahan,bersaing dan menguasai pangsa pasar. Dalam hal ini, Toko Batik Sutarwan Collection mengukur tingkat kepuasan konsumennya meliputi dimensi Realibility, Tangibles, Assurance, Responsiveness, dan Emphaty. Perhitungan analisis dari Skala Likert 0,69% dari jawaban responden sudah dapat dikatakan “cukup puas” dan analisa dari Cho Kuadrat (X2) sebesar 46.20829 lebih besar dari Chi Kuadrat tabel sebesar 26,29 dengan tingkat kepercayaan 95% dimana Hipotesis Alternatif (Ha) diterima dan Hipotesis 0 (Ho) ditolak, artinya konsumen merasa puas dengan memberikan tanggapan baik atas pelayanan yang diberikan pleh Toko Batik Sutarwan Collection.
2.      Menurut Evana Agustina Baringbing dalam judul Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Cafe Nasi Goreng Metro Agus Jakarta, Penulis ingin mengetahui bagaimana kepuasan konsumen terhadap Cafe nasi goreng metro Agus dengan menggunakan 5 katagori dimenensi yaitu dimensi kehandalan, dimensi ketanggapan, dimensi jaminan, dimensi empati, dimensi berwujud dengan cara membagikan kuesioner kepada 50 orang. Cafe nasi goreng metro Agus yang beralamat di Jl.Metro Jaya Rt 010 Rw 09. Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan analisa tabel frekuensi Chi – Square. Dari perhitungan di dapat X 2 hitung (165.8243929) > X 2 tabel (26.29622) maka tolak Ho, terima Ha yang berarti konsumen merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan Cafe Nasi Goreng Metro Agus.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah konsumen/petani yang membeli sarana produk pestisida, insektisida di Toko Usaha Jaya Tani Kabupaten Bekasi (Babelan).

3.2 Populasi dan Sampel
            Populasi adalah keseluruhan obyek/subjek penelitian atau totalitas dari semua objek atau individuyang akan diteliti yang mana memiliki karakteristik tertentu jelas dan lengkap, sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti atau merupakan bagian dari populasi yang diambil melalui cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu.

3.3 Data / Variabel yang digunakan
3.      Data Primer
Dalam penelitian ini penulis mengambil sampel sebanyak 50 orang responden, dimana 50 orang responden akan diberikan 15 pernyataan dan pertanyataan oleh penulis.
4.      Data Sekunder
Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan carapengamatan secara langsung dan proses yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dibahas.
3.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode :
3.      Studi lapangan ( field Researh )
Yaitu pengumpulan data langsung dari sumber penelitian, adapun cara yang dilakukan adalah sebagai berikut :
c.       Observasi, yaitu pengamatan secara langsungpada kegiatan dan proses yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dibahas
d.      Wawancara, yaitu pengumpulan data dan informasi dengan cara berkomunikasi langsung dengan pihak yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan yang dibahas.

4.      Studi Pustaka ( Libarary reseacrh )
Penulis membaca reverensi yang mendukung isi penelitian ilmiah ini yang berasal dari buku, website atau artikel yang berkaitan dengan pembasaan penelitian ini.
3.5 Hipotesis
3.      Ho  :  tidak ada pengaruh hubungan pelayanan Toko Usaha Jaya Tani dengan kepuasan pelanggan/petani.
4.      Ha  :  ada pengaruh hubungan pelayanan Toko Usaha Jaya Tani dengan kepuasan pelanggan/petani.

3.5 Alat Analisis yang Digunakan
Untuk menganalisis data yang diperoleh, maka penulis akan menggunakan Skala Likert digunakan untuk mengukur variabel penelitian dan Chi Square digunakan untuk pengujian hipotesis. Metode ini dipilih karena tingkat kepuasan konsumen dengan rumus sebagai berikut :
CS       =          ∑ {(Fo – Fe)}
                        ────────
                               Fe
Dimana :
            Pr         :    Chi Square hitung
            Fo        :     Frekuensi Obserfasi
            Fe        :     Frekuensi Harapan

 http://www.gunadarma.ac.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar